Tatacara dan Filosofi Makan Saprahan Masyarakat Sambas sambut Ramadan

HUD-HUD NUSANTARA - Tradisi makan Saprahan yang yang penuh filosofi merupakan tradisi masyarakat Sambas (Urang Sambas/Melayu Sambas) yang beragama Islam. Masyarakat atau suku Sambas sebagian besar tinggal di Kabupaten Sambas, Kabupaten Bengkayang, Kota Singkawang dan sebagian kecil Kabupaten Mempawah-Kalimantan Barat.


Tradisi makan Saprahan yang juga juga diadakan dalam acara nikahan sudah ada jadi budaya sejak lama. Menurut penuturan tokoh masyarakat setempat, masuknya tradisi makan Saprahan dibawa oleh pedagang-pedagang Arab yang singgah di Sambas. Sebab zaman dulu daerah Sambas menjadi tempat srategis bagi persinggahan kapal-kapal sekaligus menawarkan barang-barang dagangan.

Terbukti, kata Saprahan ternyata berasal dari Arab. Adapun maknanya, menurut kepercayaan masyarakat setempat, Saprahan Saprahan adalah sopan santun dalam beradab, kebersamaan yang tinggi atau gotong-royong. Tradisi mengandung semangat duduk sama rendah berdiri sama tinggi.  (NUSANTARANEWS.CO)

Selengkapnya KLIK DISINI SAJA
Tatacara dan Filosofi Makan Saprahan Masyarakat Sambas sambut Ramadan Tatacara dan Filosofi Makan Saprahan Masyarakat Sambas sambut Ramadan Reviewed by Unknown on 3:55:00 PM Rating: 5

No comments:

Powered by Blogger.